Desain ergonomis mencegah kelelahan, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi risiko cedera (misal pada workstation dan ruang meeting).Penting pada proyek kantor, ruang kontrol industri, dan area kerja yang digunakan lama.
Menciptakan ruang kerja yang nyaman dan sehat.Meningkatkan efisiensi gerak dan produktivitas.Mengurangi risiko keluhan otot dan tulang belakang.Mendukung standar keselamatan kerja.
Komponen ergonomic design:- Tinggi meja kerja (± 72–75 cm).- Kursi dengan adjustable height dan lumbar support.- Jarak pandang monitor (50–70 cm).- Sirkulasi ruang minimal dan area reach.Disesuaikan dengan antropometri pengguna.
22Lasers menerapkan ergonomic design pada proyek:Main Office PT Semen Tonasa – PangkepGedung 3 Lantai Triple X StudioUmumnya dikombinasikan dengan Space Planning dan Custom Furniture untuk ukuran spesifik.
ISO 9241 – Ergonomics of Human-System Interaction.Permenaker soal K3 perkantoran.BIFMA Standards untuk furniture kantor.SNI antropometri (rujukan ukuran tubuh).
ISO 9241.BIFMA furniture standard.Dokumen K3 ruang kerja.Desain workstation 22Lasers.