Mendekorasi hunian membutuhkan ide cemerlang. Sebab jika tidak menggunakan jasa desainer interior, maka harus menyesuaikan sendiri antara ukuran ruang dan konsep. Penting juga memilih perabotan yang cocok supaya mendukung nilai estetika. Namun sebelum membelinya, ketahui dulu jenis kayu untuk furniture.
Perabotan dengan unsur kayu memang cocok untuk segala konsep hunian. Akan tetapi, kalian perlu mempelajari jenis kayu untuk furniture karena masing-masing memiliki ketahanan, tekstur dan harga berbeda.
Jadi, makin penasaran kan jenis kayu untuk furniture apa saja yang beredar di pasaran. Simak bersama, yuk!
- Kayu jati
Pernahkah kalian berpikir, mengapa harga kayu jati mahal? Sebab jenis ini kuat dan mampu bertahan di panas dan dingin ekstrem.
Dengan daya tahan tersebut tidak akan mengalami pembusukan, sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu lama. Itulah sebabnya, jati dikategorikan sebagai jenis kayu premium.
Di Indonesia, kayu jati banyak ditemukan di Pulau Jawa dan Sulawesi. Warna coklat keemasan hingga gelap dan teksturnya yang keras membuatnya cocok dijadikan untuk beragam perabotan rumah, seperti lemari, kursi, meja, kusen, pintu dan masih banyak lagi lainnya.
- Kayu mahoni
Selain jati, jenis kayu premium lain yakni mahoni. Memiliki warna coklat kemerahan hingga merah darah semakin lama berubah menjadi gelap. Dengan keunikan itu membuatnya populer dan digunakan untuk beragam keperluan interior maupun eksterior.
Untuk memastikan bahwa perabotan berbahan kayu mahoni, maka amati bagian tekstur. Biasanya memiliki ukuran sedang hingga berat dengan pori-pori cukup lebar namun berjarak dekat.
- Kayu akasia
Pilihan kayu berkualitas lainnya adalah akasia. Nah, perlu diketahui bahwa jenis ini memiliki warna coklat dan gelap yang menarik perhatian. Sementara itu, pola serat lurus serta bergelombang dengan tekstur bagus memungkinkan hasil akhir halus.
Meskipun tidak setahan lama kayu jati, namun akasia kuat hingga 40 tahun. Sifat anti gores dan tahan terhadap air membuatnya tampak selalu kokoh. Di sisi lain juga bersifat antibakteri, sehingga aman jika digunakan untuk menyajikan makanan.
- Kayu jati Belanda
Dari namanya, apakah jenis kayu ini memang berasal dari Belanda? Tentu tidak, sebab sebenarnya jati Belanda merupakan nama lain dari pinewood.
Kayu jati Belanda merupakan pilihan murah jika membatasi budget untuk furniture. Sebelum memutuskan membuat, pastikan memilih jenis yang tepat karena memiliki banyak tipe namun berciri khas sama, seperti scot, stone, taeda, nigra, cembra hingga caribbean.
Jenis kayu ini memiliki warna terang, umumnya krem dengan corak unik, sehingga cocok untuk desain farmhouse dan japandi. Kendati demikian, rentan pembusukan dan pengeroposan. Sementara kelebihannya yakni tidak mudah menyusut pada kondisi lembab serta kering dan berbobot ringan.
- Kayu ash
Kayu ash jarang terdengar di Indonesia sebab biasanya digunakan untuk pembuatan pemukul baseball, gagang perkakas hingga gitar. Namun jenis ini juga bisa dimanfaatkan sebagai furniture hunian.
Dengan serat lurus yang khas dan warna krem membuatnya tepat untuk perabotan rumah. Jenis ini tergolong tahan lama, ringan, estetis dan tahan goncangan.
Namun demikian, kayu ash tidak tahan terhadap cuaca sehingga cocoknya untuk interior. Sementara itu membutuhkan perawatan ekstra karena cenderung paling mudah busuk.
- Kayu oak
Kemudian ada juga kayu oak yang banyak digunakan di Amerika Serikat untuk furniture dan lantai. Jika ingin membuat ruangan hangat dan berkonsep western, bisa dicoba mengaplikasikan jenis ini!
Meskipun kini di Indonesia jarang digunakan, tetapi sempat populer di era kolonial. Pola seratnya cukup unik dengan warna krem dan coklat, sehingga menambah kesan klasik. Sementara dalam hal ketahanan, kayu oak tergolong awet, kuat dan tidak lekang oleh waktu.
- Kayu balsa
Pernah melihat aksi atlet karate atau taekwondo memukul papan hingga patah? Yap, tahukah kalian bila jenis kayu yang digunakan adalah balsa.
Pada penggunaan furniture, kayu balsa dinilai tahan air. Dengan kekuatan tersebut membuatnya memiliki kepadatan rendah, sehingga mudah dibuat model apapun.
Namun demikian, beratnya yang ringan membuat jenis kayu furniture ini mudah terbakar dan rentan terhadap serangan serangga. Maka diperlukan perawatan jika ingin awet.
- Kayu maple
Pasti penasaran kan, kayu apa sih yang digunakan untuk perabotan mewah dan berkelas? Jawabannya ialah maple. Jenis ini sangat kuat, menarik dan memiliki corak kecoklatan yang estetik.
Dalam keseharian, kayu maple dapat ditemui pada lantai, lemari, peralatan dapur, perlengkapan bowling, pemukul bisbol dan masih banyak lagi lainnya.
Sifatnya yang kuat dan tahan lama biasanya diaplikasikan pada eksterior. Namun membutuhkan perawatan ekstra, seperti penggunaan pernis untuk menghindari pelapukan serta penuaan.
Baca: 17 Desain Dapur Minimalis Modern Ukuran Kecil Tapi Cantik Trend 2026
- Kayu ceri
Kayu ceri memiliki julukan lain mahoni New England. Jenis ini biasanya digunakan untuk mendukung konsep interior yang estetik, salah satunya yakni kolonial.
Dikategorikan dalam kayu keras, maka seringkali dibuat untuk aneka perabotan, seperti lemari, kabinet, pintu, alat musik, hingga ukiran. Sementara itu, jenis ini juga mudah dibentuk dan memiliki warna lebih gelap seiring bertambahnya usia.
Dari segi estetika, kayu ceri memiliki rona keemasan, tekstur serat lurus, seragam dan halus. Sedangkan untuk kekuatan tidak perlu diragukan lagi karena cukup tahan lama.
- Kayu khaya
Kayu khaya biasa disebut dengan mahoni Afrika. Jenis kayu keras ini memiliki pilihan warna menarik, yakni merah muda pucat hingga coklat kemerahan.
Sebagai bahan dasar furniture, khaya memberikan kesan ramping sekaligus elegan, sehingga mampu melengkapi desain interior. Biasanya digunakan dalam pembuatan pintu, jendela, dek, alat musik hingga kano.
Dari segi harga, kayu khaya lebih murah dibandingkan mahoni. Kendati demikian memiliki ketahanan cukup lama, namun rentan terhadap rayap.
- Kayu cedar
Pernah mendengar tentang kayu cedar? Di Indonesia disebut juga dengan aras dan memiliki aroma harum. Ini disebabkan oleh kandungan resin yang membuatnya tahan terhadap pembusukan serta kelembapan ekstrem.
Karena warnanya yang indah, maka dapat digunakan sebagai bahan furniture cantik. Variasi warna dan tampilan unik membuat jenis kayu ini cocok diaplikasikan pada desain kontemporer atau country.
Menariknya, kayu cedar juga memungkinkan sebagai pemanis eksterior sebab mampu bertahan pada cuaca panas maupun hujan. Akan tetapi tetap rawat secara teratur agar tetap indah.
- Kayu celtis
Meskipun terdengar asing, faktanya ada juga furniture yang terbuat dari kayu celtis. Karakteristik utamanya yakni warna coklat muda hingga abu-abu. Jika diteliti lebih dalam, jenis ini memiliki tekstur kasar dan tidak rata.
Kayu celtis membutuhkan perawatan ekstra karena dinilai kurang tahan lama dan mudah rusak. Di sisi lain juga rentan terhadap perubahan warna, jamur hingga serangan serangga.
Baca: 20 Model Kanopi Baja Ringan Keren untuk Teras, Balkon, dan Carport
- Kayu poplar
Kayu polar biasa digunakan untuk membuat gitar. Akan tetapi bisa juga dimanfaatkan sebagai furniture hunian, mulai dari cabinet, laci, meja, hingga kursi. Warna kuning krem serta kecokelatannya mampu memberikan kesan estetik pada interior.
Meskipun digolongkan sebagai hardwood, tetapi poplar tidak sepadat kayu ceri. Maka dari itu, cukup gunakan untuk interior dan rawat secara rutin agar lebih bertahan lama.
- Kayu cemara
Kayu cemara umumnya digunakan dalam industri konstruksi. Jenis ini kuat, stabil dan dapat digunakan untuk membingkai bangunan. Selain itu, juga diaplikasikan untuk membuat furniture.
Sebagai informasi, sebenarnya kayu cemara bukan jenis yang dijadikan bahan dasar furniture karena sulit diwarnai. Akan tetapi, harganya yang murah bisa menjadi alternatif lain. Dengan kealamiannya itu justru membuat interior tampak lebih hangat serta natural.
- Kayu meranti
Menggunakan bahan kayu sebagai furniture rumah terkadang was-was. Sebab bisa jadi rentan terhadap serangan rayap. Belum lagi membutuhkan perawatan ekstra serta mudah rusak seiring berkembangnya waktu.
Tapi kini tidak perlu khawatir lagi sebab ada kayu meranti yang memiliki sifat anti rayap. Mengapa bisa demikian?
Sifat kayu meranti yang bertekstur keras dan mudah dikeringkan, membuatnya tidak mudah menyusut. Jadi, lebih tahan lama.
- Kayu trembesi
Di Indonesia jenis kayu ini dijuluki trembesi, tetapi di luar negeri lebih dikenal dengan suar wood. Meskipun habitat aslinya di Amerika, namun bisa juga hidup di cuaca tropis.
Umumnya jenis kayu furniture ini berwarna gelap. Biasanya didominasi oleh coklat dan memiliki garis hitam. Dengan demikian beberapa desain interior menggunakannya untuk berbagai perabotan, seperti meja, kursi, hingga lemari karena coraknya memberikan kesan klasik.
Baca: Cara Mudah Menata Lemari Pakaian Jadi Super Rapi
- Kayu elm
Elm merupakan salah satu jenis kayu dengan serat mencolok dan berani. Teksturnya yang keras membuat tampilannya gagah dan tampak kuat.
Kendati keras, namun kayu elm mudah dibentuk dan diukir. Oleh sebab itu digunakan pada beberapa jenis furniture, mulai dari sandaran kursi, rangka, talenan, panel dekoratif, kotak, hingga roda pada gerobak tradisional.
Fakta yang perlu diketahui bahwa kayu elm termasuk jenis langka. Maka kita harus merogoh kocek dalam jika memutuskan menggunakannya sebagai bahan untuk furniture.
- Kayu iroko
Survey kayu dibutuhkan sebelum memutuskan membuat furniture. Pertimbangan lainnya yakni apakah jenis tersebut tahan terhadap cuaca dan serangga apabila digunakan untuk eksterior?
Salah satu jenis kayu untuk furniture yang cocok untuk luar ruangan ialah iroko. Dari segi tampilan ini memiliki warna eksotis, keras dan berat. Dengan ciri utama tersebut dapat diketahui bila iroko mampu bertahan lama.
Kayu iroko biasanya dimanfaatkan untuk furniture berdesain minimalis karena memberikan kesan alami. Pilihan warnanya juga beraneka ragam, mulai dari emas, coklat, hingga terang.
- Kayu bilinga (opepe)
Bilinga memiliki ciri khas warna kuning dan semakin gelap seiring bertambahnya usia. Corak terangnya memberikan tampilan mewah sekaligus eye catchy pada ruangan.
Tekstur kayu kasar dan setiap butirannya saling berpautan, sehingga bilinga dikenal dengan kepadatannya. Berbeda dengan jenis lain yang beraroma, ini tidak memiliki kekhasan tersebut.
Beberapa furniture dari kayu bilinga antara lain panel interior dan eksterior, meja, lantai, kusen, kursi, dan lemari.
- Kayu nangka
Buah nangka memang manis dan lezat, namun tahukah kalian bila batangnya bisa dimanfaatkan untuk furniture?
Ya, jenis kayu nangka cukup dikenal sebagai bahan untuk pembuatan pintu, jendela, kusen, kursi, meja hingga kentongan.
Walaupun kualitas di bawah jati, namun memiliki tingkat ketahanan yang bagus. Jenis kayu untuk furniture ini tidak mudah rusak oleh serangan rayap maupun jamur, serat menarik dan mengkilat.
- Kayu sapele
Kayu sapele memiliki warna gelap mirip dengan mahoni. Coklat kemerahannya disertai oleh garis teratur yang membuat tampak eksklusif. Terkadang bertekstur bintik-bintik dan cukup padat.
Dibandingkan mahoni, sapele lebih keras, bahkan hingga mencapai 640 kg/m³ saat dikeringkan. Oleh sebab itu sulit untuk dibentuk, sehingga membutuhkan alat khusus.
Soal ketahanan, jenis kayu ini tidak perlu diragukan lagi. Tekstur yang keras menjadikannya lebih tahan lama. Biasanya digunakan pada pembuatan kabinet, panel, lantai, pintu, jendela, dan kursi.
- Kayu larch
Kualitas kayu larch dari Siberia tidak perlu diragukan lagi. Hanya saja saat ini mengalami penurunan populasi, sehingga turut mempengaruhi harganya.
Warna coklat kemerahan dari kayu larch begitu menarik, sehingga banyak dimanfaatkan untuk lantai dan furniture. Terlebih juga mengandung resin yang berguna untuk melindungi dari serangga. Dengan kepadatan tinggi, jenis ini bahkan bisa bertahan hingga ratusan tahun.
Sifat anti air dan tidak mudah terbakar juga memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai furniture eksterior. Menariknya tidak masalah bila terpapar sinar matahari dalam jangka waktu lama. Tertarik membuat perabotan dari kayu larch?
- Kayu utile
Dibandingkan dengan sapele, utile berbobot lebih ringan. Di sisi lain teksturnya termasuk lembut, sehingga memudahkan dalam pembuatan furniture aneka model.
Jenis ini memiliki harga jauh lebih murah dibandingkan dengan mahoni. Tidak heran bila disebut sebagai alternatif lain dari kayu premium. Kendati demikian cukup tahan lama, namun perlu perawatan ekstra karena mudah terhadap serangan serangga.
- Kayu hemlock
Apakah kalian penggemar konsep japandi atau vintage? Nah, perabotan yang cocok untuk mendukung ide tersebut ialah terbuat dari kayu hemlock.
Hemlock dikategorikan sebagai salah satu jenis kayu premium karena teksturnya halus dengan butiran lurus. Jika dipoles akan tampak semakin lembut, luwes dan memberikan sentuhan timeless.
Keindahan hemlock juga dimanfaatkan untuk pembuatan kusen dan lantai. Dengan perawatan yang tepat, maka jenis kayu interior ini akan tahan lama serta membuat kualitasnya terjaga.
- Kayu mindi
Kayu mindi memiliki tingkat kekerasan menyerupai pinus dan seratnya bagus. Jenis ini umumnya digunakan untuk pembuatan mebel Jepara yang cukup populer karena harga terjangkau, namun berkualitas.
Furniture berbahan dasar kayu mindi biasanya bergaya klasik, antik, hingga modern dengan finishing natural. Hal tersebut dikarenakan tekstur serat unik dan memiliki kandungan minyak cukup tinggi, sehingga cocok bila dipoles sealami mungkin.
Proses pengerjaan kayu mindi juga terbilang ringan karena mudah dipotong, disusutkan hingga dibentuk sedemikian rupa. Kelebihan lainnya yakni daya tahan cukup lama, memungkinkan untuk penggunaan jangka panjang.
- Kayu kenari (walnut)
Kayu kenari begitu populer karena berwarna gelap dan klasik. Karakteristik utamanya yaitu stabil, keras, kuat, padat, namun mudah dikerjakan. Bahkan proses ukiran menggunakan bahan dasar ini juga terbilang ringan sebab cukup lentur dan halus.
Sebagai jenis kayu premium, kenari tentu lebih tahan terhadap pembusukan. Beberapa furniture terbuat dari bahan ini sangat beraneka ragam, mulai dari meja, lemari, partisi, kursi, dipan hingga perabotan antik lainnya.
- Kayu beech
Selain kayu kenari, beech juga termasuk jenis yang populer karena memiliki tekstur halus, serat lurus dan mudah diamplas. Kekuatan dan kelenturannya dimanfaatkan untuk pembuatan kursi serta sofa.
Furniture yang terbuat dari kayu beech memiliki sifat fleksibel dan cocok dalam konsep apapun. Tidak heran bila mudah ditemukan di berbagai hunian modern, minimalis, kontemporer, kafe hingga restoran. Keanggunannya mampu bertahan hingga bertahun-tahun lamanya.
Namun perlu dicatat bahwa kayu beech tidak mengandung resin, sehingga lama kelamaan kelembabannya mudah menghilang. Hal tersebut menyebabkan mudah retak dan kurang tahan terhadap cuaca ekstrem. Maka dari itu, pastikan lakukan perawatan secara rutin untuk menjaga keawetannya.
- Kayu lengkeng
Furniture dari jenis kayu lengkeng kerap ditemui di Indonesia. Terbilang murah, ini merupakan pilihan tepat jika kalian meminimalisir budget untuk perabotan.
Karakteristik utamanya ada pada corak kuning yang memberikan tampilan lebih terang terhadap interior. Sesuai harganya yang murah, kayu lengkeng kurang tahan terhadap kelembaban. Oleh sebab itu perlu ditempatkan pada lingkungan kering.
- Kayu kelapa
Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki ribuan pohon kelapa. Tidak heran bila kayunya lantas dimanfaatkan untuk furniture. Dibandingkan jati dan ulin, jenis ini lebih terjangkau.
Meskipun demikian, kayu kelapa kuat terhadap serangan serangga dan jamur. Perabotan yang dihasilkan juga memberikan kesan tropis sekaligus eklektik pada ruangan.
Semakin tua usia kayu, warna akan lebih gelap, sehingga tampak begitu estetik saat dijadikan sebagai furniture. Sementara itu, permukaannya bertekstur kasar dengan serat lurus. Sebelum memilih yang terbaik, pastikan cek kualitas melalui bunyi.
Kayu kelapa yang bagus menghasilkan bunyi redam atau tidak nyaring. Sementara apabila kurang baik memiliki ciri sebaliknya.
- Kayu daun jarum (konifer)
Di Eropa, kayu daun jarum disebut dengan konifer. Warna cukup beragam, mulai dari kuning , putih, merah mudah hingga coklat.
Karakteristiknya yang kuat dan tahan lama memungkinkan dimanfaatkan pada berbagai aspek industri, seperti perumahan, perkeretaapian, serta pertanian. Sementara bila diaplikasikan pada furniture biasanya berupa meja kopi, kursi, lemari, hingga partisi.
- Kayu dahoma
Kayu dengan nama ilmiah Piptadenia strum ini berperan penting dalam pembuatan furniture dan kebutuhan lain. Dahoma termasuk dalam kategori hardwood dan memiliki daya tahan cukup lama.
Teksturnya cenderung kasar, namun mudah dihaluskan jika dimanfaatkan untuk furniture. Ciri khas lain yakni bau tidak sedap yang dihasilkan ketika dipotong menyerupai amonia. Meskipun demikian, tidak menimbulkan efek racun atau mengurangi kualitas.
Selain furniture, kayu dahoma juga dapat mempercantik ruangan dalam hunian. Biasanya digunakan sebagai bahan dasar lantai agar memberikan kesan elegan.
- Kayu danta
Kayu danta merupakan pilihan lain untuk membuat hunian estetik. Dari segi tampilan memiliki warna coklat kemerahan dan permukaan mirip mahoni.
Kelebihan kayu danta yang membuatnya banyak digemari ialah tingkat keawetan cukup tinggi. Terlebih mampu bertahan pada cuaca dan suhu ekstrem. Oleh sebab itu banyak dimanfaatkan untuk di berbagai sektor industri.
Pada pembuatan furniture, kayu danta identik dengan bentuk yang rumit dan membutuhkan tingkat ketelitian tinggi. Jadi, cocok untuk kalian yang memiliki selera konsep anti-mainstream, bukan?
- Kayu ulin (Bornean Ironwood)
Jenis ini memiliki nama lain kayu besi. Habitat aslinya berada di Brunei, Flores, Jawa, Kalimantan, Sumatera, Sabah dan Sarawak.
Selain meranti, kayu ulin merupakan salah satu jenis furniture tahan rayap. Kekuatan terbilang bagus karena kandungan alami. Oleh sebab itu dapat digunakan sebagai bahan dasar bangunan.
Di sisi lain juga memiliki tekstur kasar serta keras, sehingga tahan terhadap kelembaban, perubahan suhu, tidak mudah patah serta melengkung. Kelebihan lainnya yakni ada pada aroma khas yang menjadikannya sebagai salah satu jenis kayu premium.
- Kayu bayur
Ingin membeli furniture antik dan kuat seperti jati, tetapi budget kurang. Apa solusinya? Tentu saja kayu bayur!
Jenis kayu bayur saat ini populer di Indonesia sebagai pilihan kedua setelah jati karena memiliki daya tahan kuat dan harga murah. Teksturnya agak kasar dengan tampilan licin berkilau, sehingga cocok untuk gaya antik.
Kelebihan lain dari kayu baur ialah tahan terhadap jamur serta kelembaban. Maka direkomendasikan apabila kalian ingin membuati kusen, daun pintu, jendela, meja makan hingga buffet.
Baca: 17 Model Tiang Teras Kotak untuk Hunian Perkotaan dan Villa
- Kayu sungkai
Kayu sungkai juga disebut-sebut sebagai pilihan lain jika tidak menggunakan jati. Biasanya digunakan sebagai bahan baku kerajinan, bangunan seperti jendela, pintu, konstruksi, rangka atap dan sebagainya.
Dengan bobot yang ringan, jenis kayu sungkai termasuk mudah diolah. Maka dari itu, pengrajin mebel tidak membutuhkan waktu lama untuk menjadikannya sebagai furniture cantik.
Meskipun memiliki tingkat kekerasan lumayan tinggi, namun hindari dari penggunaan luar ruangan, ya.
Sebelum membuat furniture sesuai konsep hunian, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu mengenai bahan dasarnya. Hal tersebut bertujuan untuk menyesuaikan dengan sifat serta karakteristik dari jenis kayu dan perabotan yang akan diciptakan.
Oleh sebab itu, pastikan memilih jenis kayu furniture terbaik dan tentunya sesuai budget. Jadi, kalian pilih yang mana untuk mendukung konsep desain interior?