Apa itu Konstruksi Bangunan: Jenis dan Elemen Pendukung

Daftar isi

Memperhatikan konstruksi bangunan dan strukturnya akan menciptakan gedung yang kuat dan aman. Proses ini memiliki elemen pendukung serta membutuhkan pemahaman mendalam.

Konstruksi bangunan sebenarnya adalah proses untuk menciptakan pembangunan yang sesuai dengan aturan dan tata yang benar. Sebab membuat gedung kokoh bukan hanya memerlukan peralatan memadai, melainkan juga sumber daya manusia yang mumpuni. 

Oleh sebab itu, Anda harus mengetahui definisi konstruksi bangunan yang sebenarnya. Nantinya ini akan melibatkan beberapa hal, termasuk fungsi, jenis-jenis dan elemen pendukung.

Apa itu konstruksi bangunan?

Konstruksi bangunan adalah struktur yang diaplikasikan untuk memenuhi tujuan tertentu. Fungsinya tidak terbatas pada hunian rumah tangga saja. Namun, juga pembangunan fasilitas umum seperti jembatan, taman, tempat peribadatan, hingga perkantoran sekalipun.

Umumnya, konstruksi bangunan terbuat dari rangka baja yang dilengkapi dengan dinding prefabrikasi. Penggunaan model demikian dianggap lebih fleksibel dan mudah dirakit. 

Dinding prefabrikasi yang juga dikenal dengan istilah panel insulasi bertujuan untuk memberikan perlindungan dari heat loss.

Fungsi dari konstruksi bangunan

Dari pengertian diatas, tentu saja terdapat sejumlah fungsi dari sebuah konstruksi bangunan, antara lain:

  • Memperkuat bangunan.
  • Menjadikan bangunan lebih tahan gempa ataupun cuaca ekstrim.
  • Mendukung elemen konstruksi lainnya.
  • Mendukung keterkaitan masing-masing struktur bangunan sehingga menjadi satu kesatuan

Jenis-jenis konstruksi bangunan

Pada konstruksi bangunan, terdapat beberapa jenis yang membedakan antara satu dengan lainnya. Pembeda dari masing-masing bisa dilihat dari struktur maupun karakteristiknya. 

Berikut sejumlah jenis konstruksi bangunan yang paling umum, seperti:

  1. Temporer

Konstruksi bangunan temporer biasanya ditandai dengan bentuknya yang hanya terdiri dari umpak, dinding bilik berbahan triplek, penggunaan rangka kayu atau bambu, bagian atap berupa asbes atau seng. 

Pada konstruksi bangunan temporer umumnya tidak bertahan dalam waktu lama. Di Indonesia sendiri, hanya boleh didirikan selama kurang dari 100 hari.

  1. Permanen

Berbeda dengan konstruksi bangunan temporer, jenis permanen biasanya diaplikasikan pada gedung atau obyek dengan jangka waktu pemakaian lebih lama. 

Tidak heran jika memiliki struktur dan penggunaan material yang lebih tahan lama dan tidak mudah untuk dibongkar. Di Indonesia sendiri, konstruksi bangunan permanen memiliki jangka waktu pemakaian lebih dari 15 tahun.

  1. Prefabricated

Jenis ketiga adalah prefabricated. Sesuai namanya, konstruksi bangunan satu ini dibuat secara prefabrikasi dengan melibatkan komponen pabrikan yang dirakit secara langsung untuk menciptakan satu bangunan.

Jenis konstruksi bangunan ini lebih banyak digunakan oleh para kontraktor di Cina. Terutama dalam pembangunan gedung bertingkat yang hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 jam saja.

Bicara mengenai konstruksi bangunan prefabrikasi, ternyata lebih ramah lingkungan. Hal ini dikarenakan hanya menghasilkan sedikit jejak karbon dan limbah.

  1. Modular

Selain prefabrikasi, terdapat pula konstruksi bangunan yang dikenal dengan nama modular. Ialah pengaplikasian dari PPVC. 

Sesuai dengan namanya, kontraktor akan membangun unit dalam satu waktu tertentu di luar lokasi proyek, biasanya di pabrik.

Selanjutnya, unit tersebut akan dirangkai dan dihubungkan pada lokasi yang diinginkan. Berbeda dari prefabricated, pada konstruksi bangunan modular kontraktor akan menggunakan unit utuh yang sudah terdiri dari dinding, lantai dan atap.

  1. Steel structures

Konstruksi bangunan yang paling umum digunakan oleh kontraktor adalah steel structures yang terbuat dari baja.

Penggunaan konstruksi bangunan dari baja dikenal memiliki tingkat kekuatan dan fleksibilitas yang tinggi. Bahkan dikenal sebagai salah satu jenis yang dapat mencegah bangunan rusak atau roboh meski terjadi gempa sekalipun.

  1. Light Gauge Steel

Light gauge steel merupakan konstruksi bangunan yang paling banyak digunakan pada proyek perumahan. Namun, tidak menutup kemungkinan mengaplikasikan juga untuk bangunan bertingkat. 

Jika dibandingkan dengan konstruksi baja, light gauge steel memiliki kekuatan yang sama tetapi dengan massa lebih ringan.

  1. Wood frame structures

Jika bicara mengenai harga, konstruksi dengan rangka kayu merupakan pemenangnya. Biasanya ditemui pada bangunan tradisional.

Kendati demikian, bagi Anda yang ingin membuat bangunan dengan tingkat keamanan tinggi, tidak disarankan untuk menggunakan konstruksi ini.

Hal ini lantaran material kayu termasuk ke dalam jenis yang sangat mudah terbakar, sehingga berbahaya. Namun, untuk mengurangi risiko tersebut, konstruksi bangunan kayu dapat dikombinasikan dengan penggunaan dinding batu alam atau batu bata.

  1. Load bearing masonry wall

Konstruksi bangunan ini ditandai dengan pemasangan batu bata pada bagian dindingnya sebab mampu menahan beban yang lebih besar. Tidak heran jika sempat populer di tahun 1700 hingga 1900 an. Selain itu, karakteristik utamanya adalah penggunaan plat lantai horizontal.

  1. Pre engineered metal

Jenis konstruksi bangunan yang wajib Anda ketahui lainnya adalah pre engineered metal atau juga disebut dengan istilah pra-rekayasa. Ini merupakan yang paling banyak diaplikasikan pada Gudang atau industri.

Elemen konstruksi bangunan

Pada konstruksi bangunan tentu saja melibatkan sejumlah elemen atau komponen penting. 

Umumnya, terdapat dua elemen dasar yang menjadi pedoman dari konstruksi bangunan, yaitu atas dan bawah. Namun, untuk lebih jelas dan singkatnya, berikut sejumlah elemen tersebut:

  1. Pondasi

Salah satu elemen yang harus ada pada konstruksi bangunan adalah pondasi. Letaknya di bagian dalam tanah atau bawah bangunan. Namun penting dicatat bahwa tidak semua jenis konstruksi bangunan memiliki pondasi.

Pondasi merupakan pancang dari sebuah bangunan. Tidak heran jika elemen satu ini harus dibuat sekokoh dan sekuat mungkin. Di Indonesia sendiri, biasanya kontraktor akan menggunakan pondasi tapak, tikar, dan plat beton lajur.

Baca: Serba-serbi Batu Bata, Jenis, Fungsi, Kelebihan serta Tips Memilihnya

  1. Dasaran lantai

Elemen kedua yang harus ada di dalam konstruksi bangunan adalah dasaran lantai. Pastikan untuk memilih yang tepat sesuai dengan fungsinya. 

Misalnya untuk lantai kamar mandi, hindari penggunaan material yang menyebabkan permukaannya licin.

Selain itu, pilihlah pelapis pada dasaran lantai yang tahan abrasi. Hindari penggunaan kayu dan marmer di area yang sering dilewati oleh kendaraan. Akan lebih baik untuk menggunakan ubin granit atau semen karena memiliki tingkat abrasi rendah.

Baca: Perbedaan Keramik dan Granit: 7 Sisi yang Harus Kamu Pahami Sebelum Pasang

  1. Atap

Elemen lain yang harus ada pada konstruksi bangunan adalah atap. Biasanya kontraktor cenderung fokus pada bagian rangka. Pasalnya, memegang peranan penting yang berimbas pada kekuatan dan fungsinya.

Jenis rangka yang paling banyak dipilih saat ini adalah kayu dan galvalum. Tapi umumnya dibuat dengan desain reng dan usuk yang selanjutnya ditutupi oleh genteng.

Baca: 21 Model Atap Rumah Minimalis yang Estetik, Modern, dan Fungsional

  1. Dinding

Dinding merupakan elemen yang berfungsi untuk bantalan beban. Namun, juga dapat didesain dengan fungsi non-bantalan beban dan dipasang sebagai partisi antar ruang. Elemen satu ini juga terdiri dari beberapa model.

Baca: 18 Warna Cat Kamar Tidur yang Elegan dan Bikin Betah

  1. Jendela

Jendela merupakan elemen yang memiliki fungsi sebagai ventilasi udara sekaligus untuk mengatur pencahayaan dalam bangunan. 

Saat ini, terdapat beberapa jenis jendela yang dibedakan berdasarkan konfigurasinya, yakni: 

  • tetap
  • tingkap
  • geser
  • gantung tunggal
  • gantung ganda
  • ventilator
  • berputar
  • lipat ganda.

Di antara banyak jenis tersebut, jendela tetap merupakan jenis yang paling tahan cuaca karena didesain untuk tidak bisa dibuka ataupun ditutup.

  1.  Tiang pancang

Elemen lainnya yang harus ada pada konstruksi bangunan adalah tiang pancang. Berfungsi sebagai pondasi dalam untuk menyalurkan beban bangunan ke dasar tanah. 

Saat ini terdapat tiga jenis tiang pancang yang kerap digunakan, yaitu kayu, baja, dan beton.

  1. Sloop

Bagian lain yang harus ada adalah sloop, berfungsi untuk mendistribusikan beban ke seluruh pondasi. Biasanya dibangun pada kedalam sekitar 50 cm dari permukaan tanah. Adanya elemen ini akan membuat bangunan menjadi lebih kokoh.

  1. Insulasi

Insulasi digunakan untuk mengatur panas pada bangunan. Di negara beriklim tropis seperti Indonesia, elemen ini digunakan untuk mengurangi panas. 

Berbeda lagi dengan negara 4 musim yang menggunakan insulasi untuk menjebak panas di dalam bangunan.

Dari penjelasan mengenai konstruksi bangunan di atas, diharapkan mampu membantu Anda dalam mengetahui konstruksi mana yang cocok dengan fungsi bangunan. Konsultasikan dengan kontraktor ahli seperti 22Laser untuk membuat konstruksi bangunan terbaik dengan durabilitas tinggi. Kami memberikan layanan konsultasi gratis untuk pembangunan sipil, proyek fasilitas umum maupun hunian berkualitas.

Rasa tenang dan komunikasi proyek yang transparan hanya bisa didapatkan jika Anda bermitra dengan kontraktor terdekat yang punya rekam jejak jelas. Apapun bentuk propertinya, kontraktor umum 22Laser akan mendampingi Anda dari tahap desain hingga serah terima. Warga area penyangga Jawa Timur bisa segera mengagendakan survei melalui kontraktor Sidoarjo atau kontraktor Mojokerto.

Anda mungkin suka ini