Batu bata bukanlah bahan bangunan yang asing di telinga. Hampir semua jenis konstruksi membutuhkannya. Namun, beda jenis bangunan beda pula jenis bata yang dibutuhkan.
Batu bata digunakan pada hampir semua jenis konstruksi. Mulai yang besar seperti gedung perkantoran, sekolah dan apartemen. Hingga konstruksi yang kecil seperti rumah, pondok, bahkan kolam ikan.
Penggunaannya yang luas juga berkaitan dengan jenisnya yang beragam. Setiap konstruksi membutuhkan bata yang berbeda. Tergantung fungsi, ketahanan, serta penampilan yang diinginkan.
Dalam artikel ini akan dibahas jenis-jenis dan fungsi batu bata. Juga bagaimana cara menghitung kebutuhan bata dalam bangunan dan tips memilihnya.
Apa Itu Batu Bata
Secara umum batu bata adalah tanah liat yang dicetak lalu dibakar dengan tingkat suhu tertentu sampai mengeras. Bata telah digunakan sejak lama sebagai bahan bangunan. Penggunaan awalnya diduga oleh bangsa Mesir Kuno sekitar tahun 7000 SM.
Hingga kini jenis dan bahan pembuat batu bata kian berkembang. Bukan hanya dari tanah liat, bata juga dibuat dari batu kapur, beton, campuran pasir, semen dan senyawa logam. Bata juga tidak hanya digunakan sebagai bahan pembuat dinding.
Bata dengan bentuk dan ukiran tertentu digunakan sebagai fasad bangunan atau hiasan artistik. Sementara bata dari beton juga bisa digunakan sebagai pelapis jalan dan halaman.
Jenis-Jenis Batu Bata
Walaupun secara umum nama bata merujuk pada tanah liat yang dibakar, tetapi nyatanya bahan bangunan ini juga terbuat dari bahan lain. Saat ini ada banyak jenis, ukuran dan warna bata. Namun ada lima jenis yang paling sering dipakai dalam konstruksi. Yaitu:
Bata merah
Bata merah adalah jenis yang paling umum ditemui. Penggunaannya sangat luas, dari konstruksi kecil hingga besar.
Bata ini berbentuk balok dengan ukuran beragam. Umumnya 10 x 5 x 3 cm. Berwarna merah karena lempung yang digunakan umumnya adalah lempung kuning atau coklat. Selain kekuatannya, bata merah juga dipilih karena warnanya yang hangat dan khas.
Bata putih
Jika bata merah terbuat dari lempung, maka bata putih berasal dari batu kapur yang ditambang. Bata ini terkenal akan kekuatan dan daya tahannya yang lama.
Ukuran bata putih sedikit lebih besar dari bata merah. Karena lebih kuat, bata ini sering digunakan pada konstruksi besar atau bertingkat. Bata putih juga tidak melalui proses pembakaran dan pressing seperti jenis lainnya.
Batako
Batako berwarna abu-abu dan memiliki lubang di tengahnya. Ukurannya lebih besar daripada bata merah dan putih. Umumnya batako digunakan untuk membangun rumah, dinding pagar, atau bangunan bertingkat.
Batako terbuat dari adukan semen, pasir kasar, dan bahan-bahan lainnya. Sehingga kuat dan dapat digunakan hingga lebih dari 15 tahun. Batako juga lebih ringan dari bata merah.
Bata ringan
Di Indonesia bata ringan juga dikenal dengan nama bata Hebel. Hebel sendiri adalah salah satu merk bata ringan yang paling banyak digunakan.
Bata ini dibuat di pabrik. Berbahan pasir kuarsa, air, aluminium pasta, semen, dan bahan-bahan lainnya. Ketahanannya disebut-sebut lebih baik dibandingkan jenis bata lainnya. Ukurannya juga sedikit lebih besar. Namun harganya juga lebih mahal.
Bata ringan lazim dipakai di konstruksi besar seperti gedung-gedung tinggi. Juga rumah berukuran besar dan bertingkat.
Bata purpose made
Sesuai namanya, bata purpose made dibuat sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Jumlahnya hanya diproduksi sesuai pesanan. Bentuk dan warnanya pun dapat disesuaikan.
Bata ini dipakai untuk tujuan artistik. Penampilannya yang beragam sangat membantu arsitek saat ingin menonjolkan gaya tertentu pada bangunan atau suatu ruangan.
Karena diproduksi hanya sebanyak pesanan, harga bata ini pasti lebih mahal. Namun harga itu setara dengan hasil akhirnya yang memanjakan mata.
Selain lima jenis batu bata di atas, ada juga bata berongga atau bata roster serta conblock. Bata roster dipakai sebagai fasad atau pelapis dinding luar bangunan. Karena bentuk rongganya beragam dan dapat mengalirkan udara serta cahaya dengan baik.
Adapun conblock juga disebut paving block. Lazim digunakan sebagai pelapis halaman, taman, dan jalan komplek. Conblock terbuat dari beton, mirip batako, tetapi menyerap air.
Baca: Komponen Utama Sistem Curtain Wall
Kelebihan Setiap Jenis Batu Bata
Karena bentuk, ukuran dan bahannya yang berbeda, setiap jenis bata pun memiliki kelebihan masing-masing. Diantaranya:
Bata merah
- Tahan panas dan api
- Warnanya hangat dan penampilannya eksotis
- Harganya terjangkau
- Ukurannya beragam
- Mudah ditemukan di setiap daerah
Bata putih
- Sangat kuat, tahan panas dan tidak mudah diresapi air
- Tahan asam, sehingga cocok untuk konstruksi pabrik dan jembatan
Batako
- Relatif ringan sehingga cocok untuk bangunan lebih dari satu lantai
- Mudah dipasang
- Karena ukurannya besar, kebutuhan batako untuk dinding juga lebih sedikit sehingga lebih hemat biaya
- Tahan air
Bata ringan
- Ukuran lebih rapi dan presisi sehingga lebih mudah dipasang
- Ringan, tidak memberatkan struktur bangunan
- Menyerap panas, tidak membuat rumah sumpek
- Daya tahan terhadap air tinggi
- Mudah dipotong sesuai keperluan
- Kedap suara
Bata purpose made
- Ketahanannya sama dengan bata merah
- Bentuk dan warnanya beragam. Dapat disesuaikan dengan keinginan pemesan
- Sangat pas untuk mempercantik ruangan
- Tahan goncangan dan benturan
Baca: Mengenal Jenis-jenis Pasir Konstruksi Dan Fungsinya
Kekurangan Setiap Jenis Batu Bata
Selain kelebihan, setiap bata juga memiliki kekurangan. Yaitu:
Bata merah
- Membutuhkan bahan perekat yang banyak
- Sulit membuat dinding yang rapi sehingga untuk dinding tanpa plester dibutuhkan waktu lebih lama
- Jika membeli bata merah berkualitas sedang hingga rendah, ukurannya tidak presisi
Bata putih
- Harga lebih mahal daripada bata merah
- Tidak terdapat di semua daerah
- Dijual per mobil, sehingga lebih rumit dalam perhitungan kebutuhannya
Batako
- Menyimpan panas sehingga rumah akan lebih pengap dan sumpek
- Karena berongga, batako lebih mudah pecah
- Lebih rentan terhadap benturan dibandingkan bata lainnya
Bata ringan
- Harganya lebih mahal dibandingkan bata biasa
- Dibutuhkan tukang ahli agar dapat memasang bata ringan dengan rapi
- Membutuhkan perekat khusus berupa semen instan yang juga lebih mahal dari semen biasa
- Hanya dapat dibeli di toko bangunan terkemuka
Bata purpose made
- Harganya jauh lebih mahal dibandingkan bata lainnya
- Harus dipasang oleh tukang khusus yang ahli
- Hanya didapatkan di toko bangunan tertentu
Baca: Kenapa Rumah Mewah Butuh Kontraktor Desain-Build, Bukan Model Konvensional
Berapa Harga Batu Bata?
Harga batu bata berbeda-beda tergantung wilayah, ukuran, jenis, serta kualitasnya. Bahkan untuk satu jenis batu bata, misalnya bata merah, harga bisa bervariasi. Namun perbedaan harga tersebut relatif tidak terlalu jauh.
Berikut ini adalah kisaran harga batu bata untuk setiap jenisnya. Ingat! Kisaran harga di setiap daerah bisa jadi lebih tinggi atau lebih rendah.
| No | Jenis Batu Bata | Harga | Keterangan |
| 1 | Batu bata merah | Rp500 – Rp1.000 | Per buah |
| 2 | Batu bata merah oven | Rp800 – Rp1.500 | Per buah |
| 3 | Bata putih | Rp2.000.000 – Rp Rp2.500.000 | Per truk, rata-rata berisi 13 kubik |
| 4 | Batako | Rp2.500 – Rp4.000 | Per buah |
| 5 | Batu bata purpose made | Rp100.000 – Rp250.000 | Per m2 |
| 6 | Bata ringan | Rp580.000 – Rp780.000 | Per m3 |
Cara Menghitung Kebutuhan Batu Bata Untuk Dinding
Sebelum memutuskan berapa banyak bata yang akan dibeli, tentu diperlukan perhitungan. Tukang atau pemilik bangunan harus mengetahui dulu berapa banyak bata yang diperlukan untuk sebilah dinding dan seluruh bangunan. Berikut adalah caranya.
Menghitung luas batu bata
Misalnya bata yang digunakan berukuran panjang 15 cm dan lebar 7,5 cm, maka luas batu bata adalah: 7,5 cm x 15 cm = 112,5 cm2
Menghitung jumlah bata per meter persegi
Sebelumnya konversikan dulu ukuran meter persegi ke cm persegi. 1 m2 = 10.000 cm2
10.000 cm2 : 112,5 cm2 = 88,8 buah
Maka dibutuhkan 88,8 buah bata untuk 1 m2 dinding. Dibulatkan menjadi 90 buah bata.
Menghitung jumlah bata untuk satu rumah
Anggap saja saat ini Anda harus menghitung kebutuhan bata untuk rumah tipe 36 (6m x 6m) dengan tinggi plafon 3 meter. Maka langkahnya adalah:
Menghitung keliling dinding bangunan.
K = 2(p) + 2(l)
K = 2(6) + 2(6)
K = 24 meter.
Menghitung luas bidang dinding.
Luas bidang dinding = K x Tinggi plafon
Luas bidang dinding = 24 meter x 3 meter = 72m2
Menghitung kebutuhan bata
Jumlah bata per meter persegi = 90 buah
Maka jumlah kebutuhan bata = 72 m2 x 90 = 6.480 buah.
Dibulatkan menjadi 6.500 buah batu bata.
Baca: 35 Jenis Kayu Untuk Membuat Furniture yang Wajib Anda Ketahui
Tips Memilih Batu Bata
Setelah mengetahui perbedaan, kelebihan dan kekurangan setiap jenis batu bata, saatnya memilih yang paling tepat untuk bangunan Anda.
Bangunan biasa seperti rumah, ruko atau bangunan yang lebih kecil cocok menggunakan bata merah atau batako. Hanya saja, mengingat Indonesia beriklim panas, maka lebih disarankan bata merah yang dapat menyerap panas.
Namun jika Anda ingin membangun rumah atau gedung yang lebih besar, batu bata ringan atau bata hebel adalah pilihan yang lebih baik. Bataton juga dapat dipilih karena rongganya akan memudahkan tukang saat akan memasang instalasi listrik.
Adapun bata putih yang berasal dari batu kapur pegunungan, lebih cocok untuk konstruksi yang besar, berat, serta menghadapi lebih banyak tantangan. Misalnya konstruksi jembatan dan jalan atau gedung pabrik yang rawan asam.
Setelah menentukan jenis bata pilihan, Anda juga harus memilih bata yang berkualitas. Karenanya saat membeli, usahakan mencermati hal-hal berikut:
- Amati tumpukan bata yang tersedia di toko bangunan langganan Anda. Apakah banyak bata yang terlihat retak, pecah atau sompel? Jika ya, maka dikhawatirkan bata tersebut memiliki kualitas rendah. Pilihlah bata yang bebas retak dan sompel dari tumpukan yang rapi.
- Bata yang berkualitas memiliki warna yang merata, bahkan hingga di bagian dalamnya. Hal ini menunjukkan bata mengalami pembakaran yang sempurna. Minta atau belilah satu bata sebagai sampel dan belah dua. Jika warna merahnya tidak merata berarti kualitasnya juga tidak baik.
- Jika digesekkan pada sebilah besi, bata berkualitas baik akan mengeluarkan suara berdesing yang nyaring. Selain itu jika direndam selama 24 jam, kenaikan bobot bata tidak lebih dari 20%. Menandakan bata tidak menyerap banyak air.
- Perhatikan ukuran dan bentuk bata. Semakin rapi potongan dan permukaan bata maka semakin baik kualitasnya. Terutama perhatikan sudut dan ujung bata. Bata berkualitas juga memiliki ukuran yang presisi sehingga lebih rapi saat dipasang.
- Jika ingin membeli bata secara online atau dengan merk tertentu, cari track record dan review-nya. Pastikan membeli di toko terpercaya dan memberikan garansi.
Demikian penjelasan mengenai jenis, kelebihan, serta kekurangan batu bata. Dilengkapi dengan cara menghitung dan memilih bata yang berkualitas, semoga membantu dalam usaha menyediakan bata terbaik untuk bangunan Anda.